Uncategorized

Cara Menggunakan Tanda Baca yang Benar Sesuai EYD V

Tanda baca bukan hiasan. Bukan pula sesuatu yang bisa dipasang sembarangan berdasarkan “rasa” atau kebiasaan. Tanda baca adalah sistem — dan seperti sistem apa pun, ia punya aturan yang jelas.

Ejaan Yang Disempurnakan edisi kelima (EYD V), yang ditetapkan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa pada tahun 2022, adalah rujukan resmi penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar — termasuk di dalamnya aturan penggunaan tanda baca.

Artikel ini membahas tanda baca yang paling sering digunakan sekaligus paling sering salah kaprah: titik, koma, titik dua, titik koma, tanda hubung, tanda pisah, tanda tanya, tanda seru, dan tanda petik. Lengkap dengan contoh benar dan salah.


Mengapa Tanda Baca Penting bagi Penulis Buku?

Sebelum masuk ke aturannya, mari pahami dulu mengapa ini penting.

Tanda baca yang salah bisa mengubah makna kalimat secara drastis. Contoh klasik dalam bahasa Inggris yang sering dikutip: “Let’s eat, grandma” vs “Let’s eat grandma” — satu koma membedakan undangan makan malam dan ancaman kanibalisme.

Dalam bahasa Indonesia pun sama. “Ayo makan, Nak!” berbeda dengan “Ayo makan Nak!” — yang satu panggilan sayang, yang satu kalimat yang membingungkan.

Bagi penulis buku, tanda baca yang konsisten dan benar juga mencerminkan profesionalisme. Editor dan pembaca yang cermat akan langsung menangkap kesalahan ini — dan kesalahan kecil yang berulang bisa merusak kredibilitas keseluruhan naskah.


1. Tanda Titik (.)

Tanda titik adalah tanda baca yang tampaknya paling sederhana — tapi ternyata banyak yang salah kaprah.

Penggunaan yang benar:

a. Mengakhiri kalimat pernyataan

Buku itu terbit tahun lalu.

b. Dipakai dalam singkatan gelar dan sapaan

Dr., M.Hum., S.Pd., Prof.

c. Dipakai dalam penulisan angka jam, menit, dan detik

Rapat dimulai pukul 09.30.

d. Dipakai di akhir angka atau huruf dalam daftar

  1. Pendahuluan
  2. Isi
  3. Penutup

Kesalahan umum:

❌ Meletakkan titik setelah judul bab atau judul artikel
✅ Judul tidak diakhiri tanda titik

❌ “Dia tinggal di Jl. Merdeka No. 5.”
✅ Tanda titik di akhir kalimat sudah cukup — tidak perlu dua titik meski kalimat diakhiri singkatan.
→ “Dia tinggal di Jl. Merdeka No. 5”

❌ Menambahkan titik setelah tanda seru atau tanda tanya
✅ Tanda tanya dan tanda seru sudah berfungsi sebagai penutup kalimat


2. Tanda Koma (,)

Tanda koma adalah tanda baca yang paling banyak aturannya — dan paling sering salah digunakan.

Penggunaan yang benar:

a. Memisahkan unsur-unsur dalam perincian

Saya membeli buku, pena, dan penggaris.

Perhatikan: EYD V mempertahankan penggunaan koma sebelum “dan” pada unsur terakhir dalam daftar tiga item atau lebih (Oxford comma). Ini konsisten dan menghindari ambiguitas.

b. Memisahkan anak kalimat dari induk kalimat jika mendahului induk kalimat

Karena hujan deras, acara itu dibatalkan.

Namun jika anak kalimat mengikuti induk kalimat, koma tidak diperlukan:

Acara itu dibatalkan karena hujan deras.

c. Mengapit keterangan tambahan yang bisa dihilangkan

Budi, teman lama saya, kini menjadi penulis terkenal.

d. Sebelum kata penghubung antarkalimat

Dia sudah belajar keras, tetapi hasilnya belum memuaskan.

e. Setelah kata seru atau sapaan

Wah, bagus sekali tulisanmu!
Hei, ke mana kamu?

Kesalahan umum:

❌ Memisahkan subjek dari predikat dengan koma
→ “Penulis buku itu, adalah seorang dosen.” (salah)
✅ “Penulis buku itu adalah seorang dosen.”

❌ Meletakkan koma sebelum “bahwa”
→ “Dia mengatakan, bahwa buku itu sudah selesai.” (salah)
✅ “Dia mengatakan bahwa buku itu sudah selesai.”

❌ Tidak memakai koma setelah anak kalimat yang mendahului induk kalimat
→ “Setelah membaca buku itu dia langsung terinspirasi.” (salah)
✅ “Setelah membaca buku itu, dia langsung terinspirasi.”


3. Tanda Titik Dua (:)

Penggunaan yang benar:

a. Mengakhiri pernyataan yang diikuti rincian

Acara hari ini terdiri atas tiga sesi: pembukaan, diskusi, dan penutupan.

b. Dalam teks dialog atau naskah

Narator: Pada suatu hari, seorang penulis duduk di depan layar kosong.

c. Di antara jilid dan halaman pada rujukan buku

(Chaer, 2012:45)

Kesalahan umum:

❌ Meletakkan titik dua setelah kata kerja atau preposisi
→ “Peserta yang hadir adalah: Budi, Siti, dan Rina.” (salah)
✅ “Peserta yang hadir adalah Budi, Siti, dan Rina.”
→ “Buku ini membahas tentang: penulisan, editing, dan penerbitan.” (salah)
✅ “Buku ini membahas: penulisan, editing, dan penerbitan.” (atau tulis tanpa titik dua sama sekali)


4. Tanda Titik Koma (;)

Tanda titik koma adalah tanda baca yang paling jarang dipahami — padahal fungsinya sangat berguna.

Penggunaan yang benar:

a. Memisahkan bagian-bagian kalimat setara yang sudah mengandung koma

Di ruangan itu ada meja, kursi, dan lampu; di sudut lain ada rak buku, tanaman, dan karpet.

b. Memisahkan kalimat setara yang panjang sebagai pengganti kata penghubung

Naskah sudah selesai ditulis; tinggal menunggu jadwal cetak dari penerbit.

Tanda titik koma di sini lebih “ringan” dari titik (dua kalimat masih terasa berkaitan), tapi lebih “kuat” dari koma.


5. Tanda Hubung (-)

Tanda hubung satu strip pendek, jangan disamakan dengan tanda pisah yang lebih panjang.

Penggunaan yang benar:

a. Menyambung unsur kata ulang

buku-buku, sayur-mayur, teman-teman

b. Menyambung awalan dengan kata yang diawali huruf kapital atau angka

se-Indonesia, pra-2000, non-Muslim

c. Menyambung kata yang terputus di akhir baris

Penuli-
san

Kesalahan umum:

❌ Menggunakan tanda hubung untuk menggantikan tanda pisah dalam kalimat
→ “Buku itu – menurut saya – sangat bagus.” (kurang tepat)
✅ Gunakan tanda pisah (—) untuk keterangan sisipan dalam kalimat


6. Tanda Pisah (—)

Tanda pisah adalah strip panjang (em dash), berbeda dari tanda hubung.

Penggunaan yang benar:

a. Mengapit keterangan atau penjelasan tambahan

Semua peserta — termasuk yang hadir secara daring — wajib mengisi daftar hadir.

b. Memberikan penekanan pada bagian akhir kalimat

Ada satu hal yang paling menentukan keberhasilan sebuah buku — kualitas naskahnya.

c. Menandai dialog yang terputus

“Saya sudah bilang bahwa—”
“Cukup!” potong Rina.

Cara mengetik tanda pisah:

Di Microsoft Word, ketik dua tanda hubung (–) lalu teruskan mengetik — Word akan otomatis mengubahnya menjadi tanda pisah. Atau gunakan pintasan: Alt+0151 (Windows) atau Option+Shift+Minus (Mac).


7. Tanda Tanya (?)

Penggunaan yang benar:

a. Mengakhiri kalimat tanya

Sudah berapa lama Anda menulis buku ini?

b. Di dalam tanda kurung untuk menyatakan bagian yang diragukan kebenarannya

Dia lahir pada tahun 1987 (?) di Bandung.

Kesalahan umum:

❌ Menggunakan tanda tanya di kalimat tanya tidak langsung
→ “Dia bertanya apakah saya sudah selesai menulis?” (salah)
✅ “Dia bertanya apakah saya sudah selesai menulis.”

❌ Menggunakan tanda tanya ganda untuk penekanan
→ “Masa iya??” (tidak sesuai kaidah — boleh dalam konteks informal, tidak dalam tulisan formal/buku)


8. Tanda Seru (!)

Penggunaan yang benar:

a. Mengakhiri kalimat perintah

Tutup pintu itu!
Segera kirimkan naskahnya!

b. Mengakhiri kalimat seruan atau ekspresi emosi yang kuat

Luar biasa! Buku ini benar-benar mengubah cara pandang saya.

Catatan penting:

Dalam tulisan formal dan buku nonfiksi, tanda seru digunakan dengan hemat. Terlalu banyak tanda seru membuat tulisan terasa histeris dan tidak profesional. Biarkan kata-kata yang menyampaikan urgensi — bukan tanda bacanya.


9. Tanda Petik (“…”)

Penggunaan yang benar:

a. Mengapit petikan langsung dari pembicaraan atau teks

Dia berkata, “Saya akan menerbitkan buku tahun ini.”

b. Mengapit judul artikel, bab, atau karya yang belum diterbitkan

Saya membaca artikel “Cara Menulis Kalimat Efektif” tadi pagi.

c. Mengapit istilah yang digunakan dengan makna khusus atau ironis

Metode “revolusioner” itu ternyata sudah dikenal sejak lama.

Tanda petik tunggal (‘…’):

Dipakai untuk mengapit petikan yang terdapat di dalam petikan lain.

Dia bertanya, “Apakah kamu sudah membaca bab ‘Tentang Penulis’ di buku itu?”

Kesalahan umum:

❌ Menggunakan tanda petik untuk penekanan biasa
→ Produk ini sungguh “berkualitas.” (terkesan sarkastis atau meragukan)
✅ Gunakan tanda petik hanya sesuai fungsi di atas

❌ Meletakkan tanda titik di luar tanda petik penutup pada kutipan langsung
→ Dia berkata, “Saya akan datang”. (salah)
✅ Dia berkata, “Saya akan datang.”


Tabel Ringkasan: Tanda Baca dan Fungsinya

Tanda BacaFungsi UtamaKesalahan Paling Sering
Titik (.)Mengakhiri kalimat pernyataanDipasang setelah judul
Koma (,)Perincian, anak kalimat, keterangan tambahanMemisahkan subjek–predikat
Titik dua (:)Mengawali rincianDipasang setelah kata kerja/preposisi
Titik koma (;)Memisahkan kalimat setara kompleksHampir tidak pernah digunakan
Tanda hubung (-)Kata ulang, awalan khususDipakai sebagai tanda pisah
Tanda pisah (—)Sisipan, penekananDigantikan tanda hubung
Tanda tanya (?)Kalimat tanya langsungDipakai di kalimat tanya tidak langsung
Tanda seru (!)Perintah, seruanTerlalu sering dipakai
Tanda petik (“”)Kutipan langsung, judul karyaDipakai untuk penekanan biasa

Tips Praktis untuk Penulis Buku

Gunakan fitur “Find & Replace” untuk audit tanda baca. Setelah naskah selesai, cari pola yang sering salah: “adalah:” (titik dua setelah kata kerja), “bahwa,” (koma sebelum “bahwa”), atau “??” (tanda tanya ganda).

Baca EYD V secara langsung. Dokumen resminya tersedia dan bisa diakses secara daring. Simpan sebagai referensi — tidak perlu dihafal, cukup tahu cara mencarinya saat ragu.

Konsistensi lebih penting dari kesempurnaan. Jika Anda ragu antara dua pilihan yang sama-sama bisa dibenarkan, pilih satu dan terapkan secara konsisten di seluruh naskah. Editor akan lebih mudah bekerja dengan naskah yang konsisten.

Pertimbangkan jasa proofreading. Untuk naskah buku, satu pasang mata tambahan — terutama dari proofreader yang paham EYD V — sangat berharga. Kesalahan tanda baca yang berulang bisa merusak kesan profesional buku Anda.


Penutup

Menguasai tanda baca bukan berarti Anda harus menghafal setiap aturan sebelum mulai menulis. Yang terpenting adalah: tulis dulu, lalu edit dengan teliti. Saat ragu, rujuk EYD V.

Tanda baca yang benar tidak membuat tulisan Anda terasa kaku — justru sebaliknya. Ia membuat kalimat mengalir dengan ritme yang tepat, memperjelas makna, dan memberi pembaca pengalaman membaca yang nyaman.

Dan ketika naskah Anda sudah siap — bersih, rapi, dan sesuai kaidah — nerbitinbuku.com siap membantu mewujudkannya menjadi buku yang bisa dipegang dan dibaca banyak orang.


Baca juga: Cara Menulis Kalimat Efektif: Singkat, Padat, dan Tidak Membingungkan Pembaca | Panduan Lengkap EYD V: Kesalahan Paling Umum yang Sering Dilakukan Penulis

Nona Nerby
Ditulis oleh
Nona Nerby

Aku adalah teman setia para penulis Indonesia yang punya mimpi besar tapi sering bingung harus mulai dari mana. Kamu yang sedang menatap naskah di laptop sambil bertanya-tanya, "Kapan ya bukuku bisa jadi kenyataan?" aku hadir untuk kamu.

Siap Menerbitkan Bukumu?

Konsultasikan naskahmu dengan tim kami — gratis, tanpa komitmen.

Konsultasi via WhatsApp